Minggu, 01 April 2012

Landasan Ekonomi Islam


Rounded Rectangle: Nama   : Muhammad Fahmil Aziz
Jurusan/Prodi : Syari’ah/Muamalah (SM.B)
NIM  : 210209034
LANDASAN EKONOMI ISLAM
Dalam pembahasan ekonomi sering dikenal dalam kehidupan masyarakat luas, namun sejauh itu istilah ekonomi tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Namun sebenarnya dalam alqur’an itu terdapat istilah ekonomi, jika kita membuka kamus bahasa arab yang ditulis oleh Hans Wehr dijumpai kata dasar Qashada yang melahirkan kata Qashd yang mempunyai arti Endeavor, Aspiration, Design, Object, dan Ekonomi. Dari sinilah lahir isltilah ilmu Iqtishad atau ilmu ekonomi. Sedangkan menurut isltilah dalam hal ekonomi islam, ekonomi islam adalah pengetahuan dan penerapan hukum syari’ah untuk mencegah terjadinya ketidak adilan atas pemanfaatan dan pembuangan sumber-sumber material dengan tujuan untuk memberikan kepuasan dan melakukannya sebagai kewajiban kepada Allah dan masyarakat.
Sehingga pada dasarnya perekonomian itu berlandaskan yang ada dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imron: 14 yaitu:
z`Îiƒã Ĩ$¨Z=Ï9 =ãm ÏNºuqyg¤±9$# šÆÏB Ïä!$|¡ÏiY9$# tûüÏZt6ø9$#ur ÎŽÏÜ»oYs)ø9$#ur ÍotsÜZs)ßJø9$# šÆÏB É=yd©%!$# ÏpžÒÏÿø9$#ur È@øyø9$#ur ÏptB§q|¡ßJø9$# ÉO»yè÷RF{$#ur Ï^öysø9$#ur 3 šÏ9ºsŒ ßì»tFtB Ío4quysø9$# $u÷R9$# ( ª!$#ur ¼çnyYÏã ÚÆó¡ãm É>$t«yJø9$# ÇÊÍÈ
Artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. al-Imron: 14).
Surat Ali Imron ayat 14 tersebut merupakan dasar mengapa orang melakuakn aktifitas perekonomian. Allah SWT telah menyebutkan dengan detail dalam firmannya surat Ali Imron tersbut, yaitu antara lain ialah:
1.         Perempuan.
Allah SWT telah menakdirkan bahwa perempuan itu sebagai pendamping laki-laki. Dam laki-laki pun apabila telah bertambah kedewasaanya maka semakin bertambah pula rasa inginnya untuk mendapatkan teman hidupnya yaitu seorang perempuan. Dorongan rasa ingin pada perempuan inilah membuat orang laki-laki untuk melakukan aktifitas ekonomi, atas dasar keinginan dan kenikmatan duniawi. Secara agamapun mengajarkan pada manusia bahwa orang laki-laki jika ingin mendapatkan seorang perempuan juga telah diatur yaitu dengan jalan yang halal. Jalan yang halal itu adalah dengan cara menikah. Keinginan untuk menikah itulah menjadi sebab terjadinya perbuatan-perbuatan ekonomi yang dilandaskan pada keinginan tersebut.
2.         Anak laki-laki.
Kesenangan hidup kedua yang merupakan perhiasan dari Allah SWT untuk manusia ialah anak laki-laki. Ini ditunjukkan pada kaum Quraish terdahulu, bahwa kaum Quraish terdahulu sangat senang jika mempunyai anak laki-laki. Karena anak laki-laki dapat melakukan aktifitas apapun yang dikehendaki oleh orang tuanya. Hal ini termasuk motivasi pada semua orang untuk melakukan aktfitas perekonomian. Karena dengan adanya anak laki-laki mereka dapat menyambung keturunan atas nama dan istilah bapaknya, kakeknya, hingga ke atas. Sedangkan untuk kelahiran anak perempuan itu mereka sangat menyesal, bahkan dikubur hidup-hidup, walaupun anak perempuan itu bisa hidup sampai dewasa mereka beranggapan bahwa anak perempuan itu hanya akan menjadi penghuni rumah orang lain. Maka dijaman jahiliyah tidak suka dengan anak perempuan. Aplikasinya untuk anak perempuan sekarang sama dengan laki-laki, bahkan ada seorang perempuan sebagai penopang kehidupan keluarga. Ayat ini menunjuk kata banin, ditonjolkan kesukaan karena ingin mempunyai anak, terutama anak laki-laki, termasuk hal yang dihiaskan pula bagi manusia.
3.         Emas dan perak
Yaitu suatu hal yang dijadikan patokan kekayaan. Semua manusia ingin menjadi orang yang kaya, mempunyai kekayaan emas dan perak yang melimpah. Karena yang jadi ukuran standard kekayaan bukanlah uang atau barang yang merupakan asset tidak tetap, tapi hanyalah emas yang menjadi ukuran standard tersebut. Manusia hidup di dunia ini adalah sebagai penggerak roda perekonomian dan bertujuan mencapai kekayaan yang sebesar-besarnya. Jalan apapun ditempuh untuk mendapatkan kekayaan tersebut. Namun dalam islam mempunyai jalan untuk mendapatkan kekayaan yaitu dengan cara yang halal tanpa ada yang dirugikan pada pihak manapun.
4.         Kuda / kendaraan pilihan.
Pada jaman terdahulu memang kuda sebagai binatang yang dipilih untuk menjadi kendaraan. Kuda-kuda itu sangat didambakan. Sedangkan pada zaman sekarang hal yang paling menarik untuk memotivasi perbuatan perekonomian ialah kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor ini baik berupa mobil maupun motor yang dewasa ini semakin lama semakin canggih dan mudah didapat. Maka dari itu kendaran dihiaskan dalam hati manusia agar manusia semangat bekerja, melakukan aktifitas perekonomian supaya dapat memperoleh kendaran bermotor tersebut.
5.         Binatang ternak.
Berbeda dengan masayrakat perkotaan, masayarakat pedesaan yang umumnya melakukan aktiftas perkonomian dengan cara berternak. Binatang ternak merupakan suatu hal yang sangat penting dikehidupan pedesaan ataupun padang luas. Krena merupakan pendongkrak perekonomian masyarakat yang ada di desa. Inilah sisi keadilan Allah SWT, seandainya orang kota dan orang desa membutuhkan kendaraan semua maka siapa yang harus memelihara binatang ternak. Pada kehidupan suku Baduwi hitungan kekayaan itu dihitung pada jumlah binatang ternak.
6.         Sawah dan ladang
Dalam ayat yang telah disebutkan di atas orang melakukan kegiatan ekonomi dikarenakan untuk menggarap sawah dan ladang. Sehingga manusia akan menurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk mencapainya. Mereka tak pernah merasa jenuh untuk bekerja di sawah berhari-hari. Sampai-sampai mereka asik dengan hal itu sahingga mereka melupakan pada hal yang lebih penting.
Keenam hal tersebut merupakan dorongan manusia untuk melakukan kegiatan perekonomian. Perekonomian islam jika telah mencapai keenam sector tersebut maka akan menjadikan perekonomian yang makmur. Namun di sisi lain enam sector di atas adalah hanya perhiasan yang dihiaskan oleh Allah pada manusia. Sesungguhnya pada ayat itu pula Allah telah memberi peringatan “Yang demikian itulah perhiasan hidup di dunia dan semua itu hanya di sisi Allah lah tempat kembali yang paling baik.
Sedangkan menurut Ibnu Thaimiyah, ada enam konsep atau sector dalam prekonomian tersebut. Pertama, pertania. Karena pertanian merupakan prioritas pada perekonomian dan juga menghasilkan sumber utama untuk kesejahteraan masayarakat. Karena kehidupan masyarakat sangat tergantung pada sector pertanian. Kedua, Industry. Bidang industry ini sangat membantu untuk mengembangkan perekonomian bangsa. Semakin banyak suatu industry di sustu negara maka akan disebut dengan negara maju. Ketiga, Perdagangan. Sampai saat ini bisnis yang paling menjanjikan adalah perdagangan. Karena dengan perdagangan akan lebih menjaga perputaran keuangandan roda kehidupan sosial setempat. Keempat, Institusi Hisbah. Pengelolaan dana yang telah terkumpul harus dapat dikelola dengan baik untuk mendapatkan perekonomian negara yang maju. Oleh karena itu pengelolaan dapat diserahkan pada institusi hisbah agar dana terkumpul dan dislurkan sesuai perekonomian. Kelima, Kebijakan Moneter. Dalam kaitannya dengan kinerja pemeritah ini sangat penting karena stiap kebijakan moneter akan terpengaruh adanya fluktuasi bunga bank dunia. Keenam, Sistem Fiskal. Merupakan yang memperoleh dan pemerintah melalui pajak, seharusnya pajak negara dapat dikelola dengan baik agar pendapat dengan pengeluaran begara terpenuhi atau tercapai stabilitasnya.

PUSTAKA
Islahi, A.A.  Konsepsi Ekonomi Ibnu Taimiyah. Terj. Anshari Thayib. Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1997.
Muhammad. Metodologi Penelitian Pemikiran Ekonomi Islam. Yogyakarta: Ekonisia, 2004.
Shihab,Quraish.  Tafsir al-Misbah Pesan, Kesan, Dan Keseharian Al-Qur’an. Ciputat: Lentera Hati, 2000.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar