LANDASAN
EKONOMI
ISLAM
Dalam
pembahasan ekonomi sering dikenal dalam kehidupan masyarakat luas, namun sejauh
itu istilah ekonomi tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Namun sebenarnya dalam
alqur’an itu terdapat istilah ekonomi, jika kita membuka kamus bahasa arab yang
ditulis oleh Hans
Wehr dijumpai kata dasar Qashada
yang melahirkan kata Qashd yang mempunyai arti Endeavor, Aspiration,
Design, Object, dan Ekonomi. Dari sinilah lahir
isltilah ilmu Iqtishad atau ilmu ekonomi. Sedangkan menurut isltilah
dalam hal ekonomi islam, ekonomi islam adalah pengetahuan dan penerapan hukum syari’ah
untuk mencegah terjadinya ketidak adilan atas pemanfaatan dan pembuangan
sumber-sumber material dengan tujuan untuk memberikan kepuasan dan melakukannya
sebagai kewajiban kepada Allah dan masyarakat.
Sehingga
pada dasarnya perekonomian itu berlandaskan yang ada dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imron: 14
yaitu:
z`Îiã
Ĩ$¨Z=Ï9 =ãm ÏNºuqyg¤±9$#
ÆÏB Ïä!$|¡ÏiY9$#
tûüÏZt6ø9$#ur ÎÏÜ»oYs)ø9$#ur ÍotsÜZs)ßJø9$#
ÆÏB É=yd©%!$#
ÏpÒÏÿø9$#ur
È@øyø9$#ur
ÏptB§q|¡ßJø9$# ÉO»yè÷RF{$#ur Ï^öysø9$#ur
3 Ï9ºs ßì»tFtB Ío4quysø9$#
$u÷R9$# ( ª!$#ur
¼çnyYÏã ÚÆó¡ãm
É>$t«yJø9$#
ÇÊÍÈ
Artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia
kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta
yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik (surga). (QS. al-Imron: 14).
Surat Ali Imron ayat 14
tersebut merupakan dasar mengapa orang melakuakn aktifitas perekonomian. Allah
SWT telah menyebutkan dengan detail dalam firmannya surat Ali Imron
tersbut, yaitu antara lain ialah:
1.
Perempuan.
Allah
SWT telah menakdirkan bahwa perempuan itu sebagai pendamping laki-laki. Dam laki-laki
pun apabila telah bertambah kedewasaanya maka semakin bertambah pula rasa
inginnya untuk mendapatkan teman hidupnya yaitu seorang perempuan. Dorongan
rasa ingin pada perempuan inilah membuat orang laki-laki untuk melakukan
aktifitas ekonomi, atas dasar keinginan dan kenikmatan duniawi. Secara agamapun
mengajarkan pada manusia bahwa orang laki-laki jika ingin mendapatkan seorang
perempuan juga telah diatur yaitu dengan jalan yang halal. Jalan yang halal itu
adalah dengan cara menikah. Keinginan
untuk menikah itulah menjadi sebab terjadinya perbuatan-perbuatan ekonomi yang
dilandaskan pada keinginan tersebut.
2.
Anak laki-laki.
Kesenangan
hidup kedua yang merupakan perhiasan dari Allah SWT untuk manusia ialah anak
laki-laki. Ini ditunjukkan pada kaum Quraish terdahulu, bahwa kaum Quraish
terdahulu sangat senang jika mempunyai anak laki-laki. Karena anak
laki-laki dapat melakukan aktifitas apapun yang dikehendaki oleh orang tuanya.
Hal ini termasuk motivasi pada semua orang untuk melakukan aktfitas perekonomian.
Karena dengan adanya anak laki-laki mereka dapat menyambung keturunan atas nama
dan istilah bapaknya, kakeknya, hingga ke atas. Sedangkan untuk kelahiran anak
perempuan itu mereka sangat menyesal, bahkan dikubur hidup-hidup, walaupun anak
perempuan itu bisa hidup sampai dewasa mereka beranggapan bahwa anak perempuan
itu hanya akan menjadi penghuni rumah orang lain. Maka dijaman jahiliyah tidak
suka dengan anak perempuan. Aplikasinya untuk anak perempuan sekarang sama
dengan laki-laki, bahkan ada seorang perempuan sebagai penopang kehidupan
keluarga. Ayat ini menunjuk kata banin, ditonjolkan kesukaan karena ingin
mempunyai anak, terutama anak laki-laki, termasuk hal yang dihiaskan pula bagi
manusia.
3.
Emas dan perak
Yaitu suatu hal yang dijadikan patokan kekayaan.
Semua manusia ingin menjadi orang yang kaya, mempunyai kekayaan emas dan perak
yang melimpah. Karena yang jadi ukuran standard kekayaan bukanlah uang atau
barang yang merupakan asset tidak tetap, tapi hanyalah emas yang menjadi ukuran
standard tersebut. Manusia hidup di dunia ini adalah sebagai penggerak roda
perekonomian dan bertujuan mencapai kekayaan yang sebesar-besarnya. Jalan
apapun ditempuh untuk mendapatkan kekayaan tersebut. Namun dalam islam
mempunyai jalan untuk mendapatkan kekayaan yaitu dengan cara
yang halal tanpa ada yang dirugikan pada pihak manapun.
4.
Kuda / kendaraan pilihan.
Pada jaman terdahulu memang kuda sebagai binatang
yang dipilih untuk menjadi kendaraan. Kuda-kuda itu sangat didambakan.
Sedangkan pada zaman sekarang hal yang paling menarik untuk memotivasi
perbuatan perekonomian ialah kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor ini baik
berupa mobil maupun motor yang dewasa ini semakin lama semakin canggih dan
mudah didapat. Maka dari itu kendaran dihiaskan dalam hati manusia agar manusia
semangat bekerja, melakukan aktifitas perekonomian supaya dapat memperoleh
kendaran bermotor tersebut.
5.
Binatang ternak.
Berbeda dengan masayrakat perkotaan, masayarakat
pedesaan yang umumnya melakukan aktiftas perkonomian dengan cara berternak. Binatang ternak merupakan suatu hal
yang sangat penting dikehidupan pedesaan ataupun padang luas. Krena merupakan pendongkrak
perekonomian masyarakat yang ada di desa. Inilah sisi keadilan Allah SWT, seandainya
orang kota dan
orang desa membutuhkan kendaraan semua maka siapa yang harus memelihara
binatang ternak. Pada kehidupan suku Baduwi hitungan kekayaan itu dihitung pada
jumlah binatang ternak.
6.
Sawah dan ladang
Dalam ayat yang telah disebutkan di atas orang
melakukan kegiatan ekonomi dikarenakan untuk menggarap sawah dan ladang.
Sehingga manusia akan menurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk
mencapainya. Mereka tak pernah merasa jenuh untuk bekerja di sawah
berhari-hari. Sampai-sampai mereka asik dengan hal itu sahingga mereka
melupakan pada hal yang lebih penting.
Keenam hal tersebut merupakan dorongan manusia untuk melakukan kegiatan
perekonomian. Perekonomian islam jika telah mencapai keenam sector tersebut
maka akan menjadikan perekonomian yang makmur. Namun di sisi lain enam sector
di atas adalah hanya perhiasan yang dihiaskan oleh Allah pada manusia.
Sesungguhnya pada ayat itu pula Allah telah memberi peringatan “Yang
demikian itulah perhiasan hidup di dunia dan semua itu hanya di sisi Allah lah
tempat kembali yang paling baik.”
Sedangkan menurut Ibnu
Thaimiyah, ada enam konsep atau
sector dalam prekonomian tersebut. Pertama, pertania. Karena pertanian
merupakan prioritas pada perekonomian dan juga menghasilkan sumber utama untuk
kesejahteraan masayarakat. Karena kehidupan masyarakat sangat tergantung pada
sector pertanian. Kedua, Industry. Bidang industry ini sangat membantu
untuk mengembangkan perekonomian bangsa. Semakin banyak suatu industry di sustu
negara maka akan disebut dengan negara maju. Ketiga, Perdagangan. Sampai
saat ini bisnis yang paling menjanjikan adalah perdagangan. Karena dengan
perdagangan akan lebih menjaga perputaran keuangandan roda kehidupan sosial
setempat. Keempat, Institusi
Hisbah. Pengelolaan dana
yang telah terkumpul harus dapat dikelola dengan baik untuk mendapatkan perekonomian
negara yang maju. Oleh karena itu pengelolaan dapat diserahkan pada institusi
hisbah agar dana terkumpul dan
dislurkan sesuai perekonomian. Kelima, Kebijakan Moneter.
Dalam kaitannya dengan kinerja pemeritah ini sangat penting karena stiap kebijakan
moneter akan terpengaruh adanya fluktuasi bunga bank dunia. Keenam,
Sistem Fiskal. Merupakan yang memperoleh dan pemerintah melalui pajak,
seharusnya pajak negara dapat dikelola dengan baik agar pendapat dengan
pengeluaran begara terpenuhi atau tercapai stabilitasnya.
PUSTAKA
Islahi, A.A. Konsepsi Ekonomi
Ibnu Taimiyah.
Terj. Anshari
Thayib. Surabaya: PT. Bina
Ilmu, 1997.
Muhammad. Metodologi Penelitian
Pemikiran Ekonomi Islam. Yogyakarta:
Ekonisia, 2004.
Shihab,Quraish. Tafsir
al-Misbah Pesan, Kesan, Dan
Keseharian Al-Qur’an.
Ciputat: Lentera
Hati, 2000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar